Aku Bangga Sebagai Anak Ilmu Kelautan
Sabtu, 20 Februari 2010 12:33:39 - oleh : admin
Profil Pribadi dan Mahasiswa
SARJITO, S101870013 adalah trade mark saya di Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Dilahirkan 26 Maret 1968 di kota kecil SRAGEN Jawa Tengah hingga tahun 1987 hijrah ke SEMARANG sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan UNDIP. Yang selanjutnya berubah menjadi PS Ilmu Kelautan
Alangkah bangganya saat itu, karena dimata saya UNDIP adalah nama besar dan bisa menjadi mahasiswa angkatan pertama PS Ilmu dan Teknologi Kelautan juga pertama di Indonesia. Proses registrasi mahasiswa baru cukup lancar dan perkenalan pertama sesama mahasiswa ITK adalah MOH IMAM M dan LIRA CENDANI,..
Selama menjadi mahasiswa, saya termasuk kelompok mahasiswa ANGKOT, maksudnya tidak hanya kemana-mana naik angkot, tetapi jurusan saya sehari-hari cuma KAMPUS – KOST pp. Alias tidak pernah ikut organisasi kemahasiswaan. Bukan karena saya tidak suka organisasi, tetapi saya malas ke kampus Undip pusat di Pleburan. Apalagi di Semarang kondisinya panas... Kampus Kelautan kan di Jl MT Haryono alias Mataram.. Mendingan selesai kuliah langsung pulang ke kost di Lingga Raya 18.

Teman-teman Ilmu Kelautan Undip Angkatan 1987
Hal perkuliahan pun saya punya kebiasaan unik, disamping soal indeks prestasi per semester tidak mengecewakan dikisaran angka 3 dan kalau duduk selalu di pojok kanan depan.
Yang paling membanggakan bagi diri saya sendiri adalah saat menyusun Skripsi. Sebagai Mahasiswa pertama tentunya cukup sulit untuk membuat topik skripsi yang menurut kami harus berbau Kelautan dan beda dengan perikanan. Ini adalah hal yang menurut kami sulit. Mengingat saat itu staf pengajar dari jurusan perikanan dan yang dipelajaripun hampir sama. Karena orientasi perikanan undip adalah perikanan laut.
Akhirnya saya tertarik membuat skripsi tentang Penginderaan Jauh, padahal saat itu belum ada Mata Kuliah Remote Sensing.. Saya harus belajar sendiri. Buku, Perpustakaan Fakultas Geografi UGM dan PUSPICS UGM sangat membantu saya dalam pemahaman Remote Sensing. Pak Agus Hartoko, sangat membantu saya dalam hal belajar dan penyelesaian Skripsi hal Remote Sensing. Pak Agus mengenalkan saya dengan Ibu Sri Utami MEng.Sc (LAPAN Jakarta) dan membantu pengadaan Citra Satelit Landsat. Peranan Pak Agus Hartoko sangat besar dalam mengarahkan penyelesaian Skripsi.. Thanks Pak Agus.
Peranan Pak Prijadi Sudarsono juga sangat besar, beliau mengarahkan dalam survey lapang, sinkronisasi pembahasan data lapang dan data Citra Satelit.. Matur Nuwun Pak Pri
Akhirnya saya bisa maju ujian skripsi.. meski tim penguji tidak mendalami Penginderaan Jauh. Saya harus dua kali ujian skripsi...hehehe dan saya bingung, salah saya apa. Tetapi dibalik itu ada kepuasan dan kebanggaan tersendiri, bahwa saya bisa mempelajari remote sensing yang tidak diajarkan di bangku kuliah saat itu dan membuat skripsi remote sensing yang sangat Kelautan Banget.
Mungkin, kalau dibandingkan sekarang ini, apa yang saya buat di skripsi saya tidak ada apa-apanya. Apalagi sekarang sudah ada mata kuliah penginderaan jauh, tentunya sudah dalam kajian interpretasi citra secara digital.
Lulus di bulan maret 1993 dengan ipk 3.14 dan tercatat sebagai Sarjana ke 13. Angka 13 adalah angka keramat saya. Di Ilmu kelautan, saya tercatat sebagai mahasiswa ilmu kelautan ke 13 dan juga sebagai sarjana ilmu kelautan Undip ke 13.
Profil Pekerjaan
Tahun 1993 dan 3 Minggu setelah wisuda, saya mulai bekerja di PT Dipasena Citra Darmaja. Jenjang pertama saya adalah Supervisor Pond Operation Block XI EF. Disini saya membina 20 petambak dan 40 tambak produksi. PT Dipasena Citra Darmaja adalah perusahaan pertambakan udang terpadu dan dikelola secara modern. Saat itu sebagai tambak terbesar didunia.

Disinilah saya baru tahu morfologi Udang Windu yang sebenarnya, hehe norak ya. Tetapi inilah nasib angkatan pertama ITK UNDIP. Setelah bekerja baru paham bahwa dari kesekian mata kuliah hanya beberapa yang digunakan. Plantonologi, Osenaografi, Biologi Laut dan Rekayasa Budidaya adalah dari beberapa mata kuliah yang digunakan di dunia kerja. Saya cukup enjoy di Dipasena.
2 tahun berikutnya, saya mendapat kesempatan promosi jabatan dan bisa lolos dalam total selection dan diangkat sebagai Sub Block Coordinator Pond Operation Block I Delta, setingkat dengan Asisten Manager. Disini saya membawahi 5 supervisor (sarjana), 100 petambak dan 200 petak tambak. Saat promosi ini, saya juga mendapat panggilan dari Matahari Dept Store. Karena idealisme dan prospek, saya tetap bertahan di Dipasena
Tahun 1998, saya diminta mengisi pos Divisi Baru di Departemen Sumber Daya Manusia sebagai Kepala Divisi Blok Pelatihan. Disini saya merekrut dan melatih calon supervisor. MIRZA GHOLAM AHMAD, Ilmu Kelautan Angkatan 2003 adalah salah satu yang berhasil saya rekrut di Jakarta dan masuk Blok Pelatihan.
Di SDM (HRD) saya hanya bertahan 1 tahun. Karena Tahun 1999 saya dimutasikan ke PT Birulaut Khatulistiwa untuk menangani Proyek Penanganan Calon Induk Udang Windu.
PT Birulaut Khatulistiwa
Kiprah saya mulai tahun 1999 sebagai Ketua Tim Riset Handling Calon Induk Udang selama 1 tahun. Perusahaan ini adalah Hatchery sebagai pemasok benur ke dipasena. Di PT Birulaut Khatulistiwa ini, mempunyai 12 unit Hatchery dan 2 unit CNPD.
Mulai tahun 2000, saya dipindah ke Central Nauplii Production Department (CNPD). Departemen ini berfungsi sebagai bagian yang khusus memproduksi Nauplii untuk Hatchery.
Tahun 2003, saya mundur dari PT Birulaut Khatulistiwa dengan jabatan terakhir Manager CNPD. Dan meneruskan bekerja di PT Surya Indah Teguh Abadi (Surindah) Tuban Di perusahaan hatchery ini saya bekerja selama 2 tahun, sebagai Plant Manager unit Tuban
Selepas dari Tuban, saya mencoba untuk Wiraswasta. Jatuh bangun sebagai Bussiness man pemula sudah sya rasakan.
Sekarang, orientasi saya sekarang ke sektor agro dan saat ini saya sedang membuat perkebunan Kelapa Sawit dan coklat di Lampung seluas 13 Ha. Meski hanya 13 Ha, tetapi insya allah hasilnya cukup untuk biaya kuliah anak-anak saya dan pensiun saya.
Lho kok sektor pertanian..? Karena perhitungan saya, bisnis ini paling aman dan resikonya tidak begitu besar dan saya ingin istirahat dibawah sejuknya pelepah kelapa sawit.
Tetapi JIWA SAYA TETAP ILMU KELAUTAN..
2 tahun berikutnya, saya mendapat kesempatan promosi jabatan dan bisa lolos dalam total selection dan diangkat sebagai Sub Block Coordinator Pond Operation Block I Delta, setingkat dengan Asisten Manager. Disini saya membawahi 5 supervisor (sarjana), 100 petambak dan 200 petak tambak. Saat promosi ini, saya juga mendapat panggilan dari Matahari Dept Store. Karena idealisme dan prospek, saya tetap bertahan di Dipasena
Tahun 1998, saya diminta mengisi pos Divisi Baru di Departemen Sumber Daya Manusia sebagai Kepala Divisi Blok Pelatihan. Disini saya merekrut dan melatih calon supervisor. MIRZA GHOLAM AHMAD, Ilmu Kelautan Angkatan 2003 adalah salah satu yang berhasil saya rekrut di Jakarta dan masuk Blok Pelatihan.
Di SDM (HRD) saya hanya bertahan 1 tahun. Karena Tahun 1999 saya dimutasikan ke PT Birulaut Khatulistiwa untuk menangani Proyek Penanganan Calon Induk Udang Windu.
PT Birulaut Khatulistiwa
Kiprah saya mulai tahun 1999 sebagai Ketua Tim Riset Handling Calon Induk Udang selama 1 tahun. Perusahaan ini adalah Hatchery sebagai pemasok benur ke dipasena. Di PT Birulaut Khatulistiwa ini, mempunyai 12 unit Hatchery dan 2 unit CNPD.
Mulai tahun 2000, saya dipindah ke Central Nauplii Production Department (CNPD). Departemen ini berfungsi sebagai bagian yang khusus memproduksi Nauplii untuk Hatchery.
Tahun 2003, saya mundur dari PT Birulaut Khatulistiwa dengan jabatan terakhir Manager CNPD. Dan meneruskan bekerja di PT Surya Indah Teguh Abadi (Surindah) Tuban Di perusahaan hatchery ini saya bekerja selama 2 tahun, sebagai Plant Manager unit Tuban
Selepas dari Tuban, saya mencoba untuk Wiraswasta. Jatuh bangun sebagai Bussiness man pemula sudah sya rasakan.
Sekarang, orientasi saya sekarang ke sektor agro dan saat ini saya sedang membuat perkebunan Kelapa Sawit dan coklat di Lampung seluas 13 Ha. Meski hanya 13 Ha, tetapi insya allah hasilnya cukup untuk biaya kuliah anak-anak saya dan pensiun saya.
Lho kok sektor pertanian..? Karena perhitungan saya, bisnis ini paling aman dan resikonya tidak begitu besar dan saya ingin istirahat dibawah sejuknya pelepah kelapa sawit.
Tetapi JIWA SAYA TETAP ILMU KELAUTAN..